Monday, 11 January 2010

STAIN Cirebon Resmi Jadi IAIN

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan bangga atas bertambahnya jumlah IAIN di Jawa Barat setelah IAIN Gunung Jati di Bandung. Ia juga berjanji memajukan IAIN Syekh Nurjati.

Hidayatullah.com--Setelah mengantongi izin Peraturan Presiden Nomor 48 tahun 2009 yang dikeluarkan pada tanggal 10 November 2009, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Cirebon resmi berganti nama menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, Sabtu (9/1).


Perubahan nama tersebut diresmikan Menteri Agama Suryadharma Ali di halaman kampus IAIN Syekh Nurjati yang berada di Jl Perjuangan Kota Cirebon.

Tampak berapa pejabat yang hadir diantaranya Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wakil Wali kota Cirebon Sunaryo dan beberapa dari Kanwil Depag Jabar dan dari sewilayah III Cirebon.

Dalam sambutannya, Menteri Agama menyatakan kegembiraannya atas pergantian nama tersebut dan berharap keberadaan IAIN Syekh Nurjati ini bisa menciptakan manusia-manusia yang berkualitas dan dapat mengabdikan ilmu dan kemampuannya bagi masyarakat, bangsa dan agama.

"Dengan pergantian ini diharapkan keberadaan IAIN Syekh Nurjati akan lebih mengedepankan pendidikan agama Islam sesuai dengan visi dan misinya jangan sampai malah tergeser oleh pendidikan umum yang malah berarti tidak ada bedanya dengan perguruan tinggi biasa," kata Ali.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan selain menyatakan bangga atas bertambahnya jumlah IAIN di Jawa Barat setelah IAIN Gunung Jati di Bandung juga berjanji akan turut bekerja sama mengembangkan dan memajukan IAIN Syekh Nurjati menjadi perguruan tinggi negeri kebanggaan masyarakat Jawa Barat.

"Meskipun IAIN berada di bawah naungan Kanwil Departemen Agama, namun pemerintah Provinsi Jawa Barat akan turut berupaya mengembangkan IAIN Syekh Nurjati menjadi perguruan tinggi yang berkualitas yang tidak hanya menjadi kebanggan masyarakat Cirebon namun juga seluruh masyarakat Jabar," kata Heryawan.

Pejabat sementara Rektor IAIN Syekh Nurjati, Prof DR Mastna dalam sambutannya mengucapkan rasa syukur atas terkabulnya pergantian nama tersebut mengingat hal tersebut merupakan cita-cita yang sudah lama menjadi harapan para tenaga pengajar maupun mahasiswanya.

"Saya berterima kasih ternyata presiden menyetujui perubahan STAIN Cirebon jadi IAIN Syekh Nurjati. Ini bagai cita-cita yang terwujud jadi kenyataan," kata Mastna.

Dengan Trnasformasi STAIN menjadi IAIN ini, lanjut Mastna, pihaknya segera melakukan perbaikan dalam tenaga pengajar dengan menerapkan standar tenaga pengajar minimal harus berpendidikan strata 2 (S2).

Selain itu, Mastna juga menyatakan pihaknya sudah mulai melakukan pengembangan areal kampus dengan mendirikan bangunan kampus II sekaligus kawasan hijau di atas lahan seluas empat hektare yang lokasinya tak jauh dari kampus utama.

Mengenai alasan nama yang diambil adalah Syekh Nurjati, menurut Mastna karena keberadaan IAIN di Cirebon lahir lebih dulu dibandingkan IAIN Gunung Jati di Bandung. Bahkan pemeberian nama IAIN Gunung Jati di Bandung adalah hasil Adopsi IAIN Cirebon.

"Berkaitan dengan hal ini, berdasarkan rentetan sejarah ternyata Sunan Gunung Jati dalam masa pencariannya berguru kepada Syekh Nurjati di Cirebon. Sehingga pantas jika Syekh Nurjati disebut sebgai maha guru Agama islam. Jadi sangat cocok jika IAIN di Cirebon diberi nama IAIN Syekh Nurjati," kata Mastna. [ant/www.hidayatullah.com]

0 comments:

Post a Comment