AKU mencoba singgah di sebuah pom bensin guna mengisi bahan bakar dan rumah makan. Ternyata para pelayannya tak pernah curiga. Karena masih penasaran, keesokan harinya aku transfer pada anakku di Bandung pakai uang pemberian si Kakek. Ternyata tak ada masalah juga. Dengan demikian aku berkesimpulan dan merasa yakin bahwa uang hasil ritual benar-benar uang asli. Bagaimanakah kelanjutan kisahnya? H. Undang Sunaryo mengisahkannya.
"MESKI demikian, Mamah harap Papah jangan lakukan itu. Dosa Pah! Nanti dampaknya Papah akan malas bekerja. Siapa tahu perusahaan Papah bangkrut enggak karuan gara-gara terlibat ritual yang tak masuk akal itu," pesan istriku.
"Papah juga tahu dan mengerti. Tapi sementara ini, Papah akan mencoba apakah benar bisnis menggiurkan itu menjadi kenyataan atau tidak," kataku.
"Soalnya semalam Mamah bermimpi buruk. Tumbuh firasat bahwa apa yang dilakukan si Kekek itu akan menyesatkan. Tapi barangkali Papah nekat, itu terserah. Jangan kaitkan Mamah bila terjadi hal-hal yang tidak baik di kemudian hari," kata istriku lagi.
Keesokan harinya Alex datang ke rumahku. Dia mengajakku pergi ke Cirebon. Katanya ada seorang guru SD yang sudah berhasil mendapatkan uang miliaran rupiah setelah sukses melakukan ritual itu. Aku pergi berdua dengan Alex ke Cirebon menemui orang yang dimaksud.
Sesampai di Cirebon, aku curiga. Masak iya seorang guru SD yang katanya miliuner itu, tempat tinggalnya di rumah dinas. Ketika bertamu, kami diterima istrinya. Katanya Pak Guru sudah sebulan meningglkan tempat, dengan alasan mau mengambil uang di rumah si Kekek.
Istri Pak Guru menceriterakan bahwa dirinya sudah habis-habisan mengeluarkan uang puluhan juta rupiah yang disetorkan kepada si Kakek. Karena dijanjikan akan mendapatkan uang miliaran, Pak Guru terpaksa sabet sana sabet sini hingga utangnya menggunung. Namun hingga sekarang belum membuahkan hasil.
"Tolong Pak, kalau bisa Bapak jangan terlibat bisnis kayak gini. Setahun kami menderita gara-gara tergiur rayuan si Kakek. Setiap hari selalu banyak orang menagih utang. Yang aku lakukan cukup dengan jawaban, nanti juga akan dibayarkan," katatkeluh si istri guru SD itu.
Mendengar keluhannya, aku dan Alex terperangah. Jangan-jangan kami juga akan tertipu rayuan lelaki tua itu. Aku merasa yakin bahwa aku pasti akan tertipu. Alex menyanggah. Katanya alangkah baiknya temui dulu si Kakek, karena Alex masih ada persangkutan dengan dia.
"Jangan dulu berburuk sangka, kawan. Oke, kita pergi ke rumah temanmu. Si Kakek pasti masih berada di Bekasi Timur," aku mengajak Alex meluncur ke rumah temannya.
Setiba di Bekasi Timur, Alex memaparkan apa yang dikeluhkan istri Pak Guru itu. Namun si Kakek langsung menyangkalnya. Katanya, Pak Guru di Cirebon itu orangnya amat kurang ajar. Setelah mendapat uang sebesar Rp 200 juta pada termin pertama, dia lupa daratan. Setiap hari hanya main perempuan melulu, judi, dan berfoya-foya menghabiskan uang. (bersambung)**
Monday, 7 December 2009
Terbius Bujuk Rayu Setan (3) Uang Hasil Ritual Si Dukun Ternyata Asli
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



0 comments:
Post a Comment