"SAYA sudah mewanti-wanti, bila sudah berhasil mendapatkan uang, jangan sesekali dipakai maksiat. Sedekahkan untuk pembangunan sarana keagamaan, rajin-rajinlah memberi fakir miskin, menyantuni anak yatim, dan membantu mereka yang perlu bantuan. Tapi kenyataannya, setelah dapat uang, dia malah senang berbuat maksiat. Pantas hidupnya kualat," tegas si kakek kepada Abun dan Alex. Bagaimanakah kelanjutan kisahnya? H. Undang Sunaryo mengisahkannya.
AKU bertanya pada si kakek, dari mana uang miliaran yang dimaksud itu berasal? Apakah hasil mencuri diam-diam atau diperoleh dari makhluk gaib yang nantinya berisiko harus menyediakan tumbal manusia? Si kakek dengan tegas menjawab, "Uang tersebut dijamin halal".
"Kalian benar-benar ingin tahu? Kakek mengaji ilmu Nabi Sulaeman, bertahun-tahun berpuasa, dan bermunajat sambil mengaji ilmu kedigjayaan. Nah, uang tersebut bukan seperti yang Anda perkirakan. Tapi benar-benar pemberian Allah melalui arwah Kanjeng Nabi Sulaeman alaihissalam, yang dikenal seabgai nabi yang kaya raya," tambahnya.
Makanya agar uang yang diperoleh menjadi berkah, banyak-banyaklah disedekahkan kepada yang berhak. Insya Allah uang tersebut akan langgeng. Namun biasanya, kebanyakan orang setelah mendapat uang banyak tak tahan dengan godaan setan. "Silakan saja bila Anda enggan menuruti amanat ini tapi akibatnya Anda akan mengalami hidup yang sengsara dan bisa kualat," katanya.
Mendengar penjelasan si Kakek, keraguanku pudar. Aku yakin uang miliaran itu benar-benar halal dan akan membuahkan hasil. Aku berjanji pada si Kakek untuk memberinya uang sebesar Rp 500 juta, dengan harapan uang tersebut akan kembali padaku ratusan kali lipat.
Sementara Alex yang mengaku sudah membayar uang sebesar Rp 100 juta, tertarik untuk menambah jumlah setorannya. Alex pernah sesumbar bila dirinya memperoleh uang triliunan rupiah maka ia akan menjadi kekuatan superpower dalam percaturan bisnis Tanah Air.
Seminggu kemudian, aku dan Alex memberikan uang seperti yang kami janjikan pada si kakek dan kami pun lalu diberi petunjuk. Pertama, kami harus mendatangi seorang kakek tua yang tinggal di sebuah gunung di Jawa Tengah. Di sana kami melakukan ritual selama seminggu. Setelah itu, aku diminta mendatangi seorang ahli spiritual di kawasan pantai selatan Kab. Bantul, Yogyakarta.
"Kapan kira-kira uang tersebut kami terima, Kek?" tanya Alex.
Si kakek memaparkan, bila sudah melakukan ritual di dua tempat itu, kami akan menerima uang tunai sebanyak 10 kali lipat dari jumlah uang yang telah dibayarkan dan ini baru tahap pertama. Setelah menerima uang itu, kami kembali harus melakukan ritual selama seminggu di sebuah pantai di kawasan Bali. Kemudian menyeberang ke Pantai Senggigi di Provinsi Nusa Tenggara Barat selama sebulan. Di sanalah katanya kami akan mendapat uang sebesar 20 kali lipat dari modal awal sebagai hasil pada tahap kedua. (bersambung)**
Monday, 7 December 2009
Terbius Bujuk Rayu Setan (4) Terbuai Ocehan Dukun, Aku Serahkan Uang 500 Juta
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



0 comments:
Post a Comment