Friday, 20 August 2010

Kang Ibing, Sosok Multitalenta

Dunia komedi Indonesia kehilangan tokoh besarnya lagi. Kusmayatna Kusumadinata atau yang tenar dengan nama Kang Ibing wafat di usia 64 pada Kamis (19/8/2010) karena sakit. Ia sempat dirawat di Rumah Sakit Al Islam Bandung, setelah terjatuh di kediamannya di Cijawura, Bandung, Kamis sekitar pukul 20.00.

"Bapak memang punya penyakit jantung, namun saat jatuh mungkin karena kelelahan. Ia baru pulang dari Sumedang," ujar Dikdik Kusumadika, anak sulung Kang Ibing.

Pria yang lahir di Sumedang pada 20 Juni 1946 itu dikenal sebagai sosok yang jenius. Tak hanya dikenal sebagai pelawak, tetapi juga pembawa acara andal, bintang film, dan pendakwah.

Bersama Aom Kusman, Suryana Fatah, Wawa Sofyan, dan Ujang, Kang Ibing mendirikan kelompok lawak D'Kabayan. Masing-masing memiliki keunikannya sendiri, di mana para anggotanya mewakili sosok etnis tertentu. Suryana Fatah, misalnya, dikenal sebagai Koh Holiang, Wawa Sofyan sebagai Mas Sastro. Sementara Kusmayatna menggambarkan sosok legenda Sunda Kang Maman alias Ibing.

Sosoknya begitu gampang dikenali. Kang Ibing kerap tampil lengkap dengan sarung tersampir di pundak dan peci yang menjadi ciri khasnya.

Sukses di dunia lawak, ia juga beberapa kali ikut terlibat dalam berbagai film, seperti Si Kabayan (1975), Ateng The Godfather (1976), Bang Kojak (1977), Si Kabayan dan Gadis Kota (1989), Boss Carmad (1990), Komar Si Glen Kemon Mudik (1990), Warisan Terlarang (1990), dan Di Sana Senang Di Sini Senang (1990).

Di luar kesibukannya di dunia hiburan, ia juga dikenal sebagai pendakwah yang kerap memberikan ceramah ke sejumlah tempat, termasuk ke pelosok-pelosok daerah. (CHE/EH)kompas.com

0 comments:

Post a Comment