OMAY tampak bingung dibuatnya. Ia merasa bersalah telah menyakiti perasaan pacarnya. "Maaf Lin, mas enggak maksud begitu. Sekadar bertanya saja, maksudnya ingin tahu. Ya sudah...maaf ya," katanya. Dirangkulnya Lina ke pelukannya. Omay betul-betul bahagia, Lina pacarnya masih tetap setia dan mencintai sepenuh hati. Bagaimanakah kelanjutan kisah Omay? Gana Hendrik mengisahkan.
OMAY semakin percaya dengan kejujuran Lina yang begitu tulus dan terbuka. Ia tidak mempercayai selentingan miring dari pemilik warung yang menyebutkan laki-laki yang dilihatnya adalah mantan suami Lina, yang katanya akan kembali lagi.
"Ah enggak mungkin! Masa Lina berbohong," gumam Omay dalam hati. Ia keukeuh dengan pendiriannya. Lina tidak mungkin berbohong, apalagi mengkhianatinya. Omay selama ini telah terbius oleh perasaan cintanya sendiri, memang itulah kelemahannya. Omay mudah terbuai dan percaya pada rayuan wanita. Sehingga sering terpedaya oleh cintanya sendiri, logikanya tidak jalan. Ia menggunakan perasaannya.
Setelah dipikir masak-masak, Omay bertekad akan segera meminang Lina untuk dijadikan pendamping hidup dalam bahtera keluarga yang sakinah. Untuk apa ditunda-tunda lagi? Ia tidak mau berlarut-larut, dalam ikatan sebatas pacaran. Bagi Omay sudah tidak zamannya lagi, waktu dihabiskan untuk sekadar pacaran, tanpa ada target ke jenjang pernikahan.
Waktu sudah ditetapkan, tanggal 15 Januari 2001 pernikahan keduanya akan dilangsungkan. Keluarga dari kedua belah pihak sudah sepakat, masing-masing telah mempersiapkan segala sesuatunya. Omay begitu bersemangat, hatinya berbunga-bunga. Sekian lama dalam kesendirian, akhirnya ia dapat dipertemukan dengan jodoh pilihannya sendiri. Dengan sukacita Omay menyerahkan uang dalam amplop kepada keluarga calon mempelai wanita, untuk biaya akad nikah dan resepsi. Begitu pun untuk mas kawin, telah dipersiapkannya, seperangkat alat salat dan perhiasan.
Menjelang dua hari dari pelaksanaan akad nikah, Omay ditemani sahabatnya menemui Lina di rumah orangtuanya, masih di kawasan Cililin, dengan maksud memberikan sisa anggaran yang masih kurang. Namun setelah sampai di tempat tujuan, rumah orangtua Lina kosong dan dikunci, tidak ada seorang penghuni pun yang bisa ditemui. Suasananya sepi! Membuat Omay semakin tidak mengerti, sebenarnya ada apa? Hatinya gundah, takut terjadi apa-apa terhadap diri Lina dan keluarganya. Di tengah-tengah kebingungannya, tiba-tiba seorang pemuda berusia sekitar 25 tahun menghampirinya.
"Bang, rumah ini kosong sejak tiga hari ke belakang, mereka mengantar Teh Lina bersama suaminya ke Cirebon. Ia 'kan rujuk lagi dengan suaminya yang dulu, mereka nikah lagi di KUA," ujarnya.
Bagai disambar petir di siang bolong Omay mendengarnya. "Apa kamu bilang?" Omay masih tak percaya dengan keterangan tetangga Lina tersebut. Tapi pemuda itu mengaku ikut membantu membuat dekorasi pada pernikahan Lina sekitar empat hari sebelumnya. (bersambung)** klik-galamedia.com
Monday, 11 January 2010
Awal Percintaan itu Bermula dari Minibus (4) Tega, Ternyata Lina Pergi dengan Laki-laki Lain
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



0 comments:
Post a Comment