http://klik-galamedia.com
UNTUK sementara Ny. Lely dan kedua anaknya tinggal bersama orangtuanya di Cileungsi, Kab. Bogor. Untuk hidup sehari-hari kebetulan masih ada uang tabungan di bank. Namun lama-kelamaan uang tersebut habis. Untuk mempertahankan hidupnya, terpaksa Ny. Lely harus meminjam pada keluarganya. Lalu bagaimana nasib Ny. Lely selanjutnya? H. Undang Sunaryo mengisahkannya.
MERASA penasaran, Ny. Lely mencoba mendatangi rumah temannya, Alex di Bekasi Timur. Ketika datang, banyak tetangga bilang bahwa kakek tua yang sok suci itu ternyata penipu besar. Tidak sedikit warga sekitar ikut tertipu rayuannya. Sudah lebih sebulan si Kakek kabur meninggalkan rumah kosannya.
"Apa maksud Ibu datang ke sini?" tanya seorang tetangga.
"Mencari suami yang sudah tiga bulan enggak pulang-pulang. Katanya pergi bersama si Kakek. Uang miliaran milik perusahaan diambilnya," papar Ny. Lely sambil menangis ditonton masyarakat banyak.
Hal sama menimpa keluarga Alex. Dikabarkan Ny. Alex jatuh sakit dan sudah lama dirawat di rumah sakit. Ia terserang penyakit jantung karena memikirkan suami yang bermasalah dan sudah lama tak pulang-pulang. Untuk membiayai pengobatan, kedua mobil miliknya terpaksa dijual.
Hanya bedanya, Alex memberikan uang kepada si Kakek benar-benar hasil menjual barang berharga. Sementara Ny. Lely bermasalah karena Abun telah mengambil uang milik perusahaan yang harus segera dikembalikan.
**
SINGKAT cerita, aku sampai di tempat ritual. Namun ketika sampai di sebuah gunung di Jawa Tengah, si Kakek bersama Alex sudah berada di sana. Kami disuruh mandi kembang tengah malam. Kemudian dibawa ke sebuah gua menyeramkan. Di dalam gua, di atas batu cadas aku duduk bersimpuh. Dengan jarak yang berjauhan Alex melakukan hal yang sama denganku.
Sambil mengosongkan perut selama dalam pertapaan, aku melihat hal-hal aneh-aneh. Pertama kedatangan makhluk halus menyeramkan. Sesosok tubuh potongan manusia beterbangan di dalam gua, lalu menghampiriku. Aku diam tak berbuat apa-apa, karena pernah diingatkan si Kakek bila bertemu dengan makhluk halus jangan takut, apalagi meninggalkan tempat duduk. Bila tahan godaan, aku akan segera mendapatkan uang termin pertama pada waktu itu juga.
Dua jam kemudian, di hadapanku terlihat seekor kambing jantan. Kemudian si Kekek mendekati kambing jantan tersebut. Ada apa gerangan? Ternyata si Kakek menawarkan bahwa aku harus rela mengorbankan nyawa anakku, si bungsu, agar uang miliaran segera keluar.
"Bagaimana, Anda bersedia?" tanya si Kakek.
Sebelum memberi jawaban, di benakku terbayang keluarga di rumah. Sang istri menangis sambil mengelus-elus si bungsu. Lalu kakaknya mengambilkan air putih dan diminumkan ke mulut si bungsu. "Tidaaak! Tidaaak!" si bungsu menjerit ketakutan, sementara badannya dipegang erat ibunya.
"Ya Allah, aku tak tega menjual nyawa anakku tersayang. Daripada mendapatkan uang miliaran dengan menumbalkan nyawa anakku, lebih baik batalkan saja cita-citaku itu," kataku dalam hati sambil menangis. (bersambung)**
Wednesday, 9 December 2009
Terbius Bujuk Rayu Setan (6) Demi Uang Miliaran, Aku Disuruh Menumbalkan Anak
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



0 comments:
Post a Comment