ASIA AFRIKA,(GM)-
Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan, parlemen di negara-negara Asia perlu didorong untuk penguatan demokrasi yang menjamin dan membantu menghasilkan perdamaian, kesejahteraan, dan kemajuan masyarakat.
Pernyataan SBY itu disampaikan saat membuka Fourth Asian Parliamentary Assembly (Pertemuan Parlemen se-Asia/APA) yang diselenggarakan di Gedung Merdeka, Jln. Asia Afrika Bandung, Selasa (8/12).
"Sebagai organisasi regional para law-makers di Asia, peran APA tidak hanya mendorong demokrasi, namun membantu menghasilkan perdamaian, kesejahteraan, dan kemajuan masyarakat," katanya.
Ia menjelakan, bagi bangsa Indonesia, selama masa transisi menuju tatanan masyarakat yang makin terbuka dan demokratis, parlemen memiliki peran yang sangat penting. "Melalui kemitraan dengan pemerintah, parlemen Indonesia telah menghadirkan berbagai peraturan perundang-undangan yang telah membantu mentransformasikan sistem otoritarian, menjadi sebuah sistem yang benar-benar mengekspresikan kedaulatan rakyat," kata SBY.
Sekalipun demikian, ke depan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Di antaranya melanjutkan reformasi birokrasi pada ranah hukum dan keadilan. "Kita harus makin mampu memberikan pelayanan publik yang makin baik. Kita juga harus mengambil langkah-langkah terobosan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan sosial politik di Tanah Air," katanya.
Dalam upaya mewujudkan hal itu, SBY yakin kehadiran tata pemerintahan yang baik sangat penting. "Sementara check and balance juga sangat penting untuk ditegakkan dalam sistem kehidupan bernegara," katanya.
Oleh sebab itu, SBY yakin peran parlemen dan seluruh anggotanya dalam mengawal demokrasi, menjadikan parlemen semakin tumbuh dan peka terhadap realitas nasional, regional, dan global.
Sementara itu, Presiden APA yang juga Ketua DPR RI, Marzuki Alie menyatakan, pihaknya sangat berkepentingan mendorong agar berbagai resolusi APA dapat diimplementasikan.
"Untuk itu kerja sama parlemen dengan pemerintah masing-masing negara merupakan sebuah keniscayaan. Saya percaya, kerja keras anggota APA dapat memiliki makna bagi pembangunan demokrasi dan pembangunan berkelanjutan," katanya.
Sementara itu, salah satu delegasi parlemen Indonesia, Hidayat Nurwahid menyatakan, seperti halnya Konferensi Asia Afrika pada 1955, APA di Bandung kali ini diharapkan menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang bermanfaat bagi pembangunan demokrasi, juga penciptaan masyarakat yang berkeadilan, sejahtera, dan makmur.
Ia menyatakan, beberapa isu siap direkomendasikan dalam deklarasi hasil pertemuan parlemen ini, termasuk dalam menyikapi korupsi. Tak hanya itu, pemanasan global yang berpengaruh pada perubahan iklim di banyak negara pun akan disikapi dalam pertemuan kali ini. "Seperti apa deklarasi atau rekomendasi pertemuan ini, kita lihat nanti," katanya. (B.83/B.96)**
Wednesday, 9 December 2009
Presiden Buka APA di Gedung Merdeka
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



0 comments:
Post a Comment