Thursday, 15 October 2009

Ancam Kepung Istana

Aliansi Santri Tuntut Pemindahan Trase Tol Cikapa

CIWARINGIN - Aksi protes agar trase tol Cikapa dipindahkan terus berlanjut. Pasca memblokir jalan Pantura Desa Babakan, Kecamatan Ciwaringin, kemarin (13/10), ribuan santri yang tergabung dalam Aliansi Santri Bergerak (KASAB) berjanji akan mengepung dan menduduki Istana Negara. Ancaman itu berkaitan dengan keseriusan warga, santri dan kiai Pontren Babakan, Ciwaringin dalam memperjuangkan keutuhan salahsatu pontren tertua di Pulau Jawa. Koordinator Pusat Penggerak Pesantren Nusantara, Baequni MH mengatakan, kalau pemerintah tidak bisa menyelesaikan masalah tol Cikapa, pihaknya berjanji akan mengerahkan semua santri se-nusantara untuk mengepung dan menduduki Istana Negara.

Menurut dia, ini merupakan buntut dari ketidaktegasan pemerintah dalam menyikapi kisruh sosial. Padahal tuntutan warga sudah jelas, yakni menuntut untuk memindahkan trase jalan tol Cikapa yang melintas di Pontren Babakan, mencabut SP2LP yang telah ditetapkan gubernur Jabar No 620/KEP.184-SAREK/2008 tanggal 7 Maret 2008 tentang penetapan trace. Surat Menteri PU No TN.01.01-MN/180 tentang pelaksanaan pengadaan tanah ruas jalan tol Cikapa. Serta menuntut kepada Menteri Agama yang telah ikut campur memberikan desakan dan keputusan yang bukan wewenangnya melalui surat No MA/35/2009 tanggal 20 Februari 2009 agar mencabut kembali dan meminta maaf secara terbuka kepada para kiai dan sesepuh Pontren Babakan, Ciwaringin. “Kalau sampai kasus ini berlarut-larut, maka kami akan menggerakkan semua santri yang ada di Nusantara dan akan mengepung Istana Negara serta menduduki gedung MPR/DPR,” ancamnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga Pondok Pesantren (Pontren) Babakan, Kecamatan Ciwaringin memblokir jalan Pantura, Selasa (13/10) sebagai bentuk protes terhadap pembangunan jalan tol Cikapa (Cikampek-Palimanan. Aksi yang dimulai pukul 14.00 itu diikuti para santri Pontren Babakan, Ciwaringin, dan masyarakat sekitar yang menolak pembangunan jalan tol Cikapa.
Sebelum orasi, para santri menggelar salat gaib yang dipimpin KH Marzuki untuk mendoakan agar pihak terkait dalam proyek jalan tol Cikapa segera sadar. Selanjutnya, para pendemo menggelar tahlil dan zikir bersama di jalan tersebut. (say)


0 comments:

Post a Comment