Tuesday, 4 August 2009

Wujudkan Cirebon Sebagai Kota Tujuan Wisata yang Aman

Tidak banyak yang tahu tentang Kesatuan Pengamanan Polisi Pariwisata (Sat Pam Polpar) Polresta Cirebon. “Kalau kami lagi beroperasi, orang-orang ngeliatin, kok ada polisi pakai dasi merah. Padahal sosialisasi sudah lama. Kalau di Jakarta atau Bali orang-orang sih sudah biasa,” ujar Kasat Pam Polpar Polresta Cirebon, AKP Elin Karlinah.

MENURUT AKP Elin Karlinah, visi Sat Pam Polpar adalah melindungi, mengayomi dan melayani atau memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan/pengunjung. Mereka juga mensukseskan program pemerintah Visit Indonesia Year 2008. “Kami pun harus Menjaga dan memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat untuk menciptakan situasi yang kondusif guna terselenggaranya kepariwisataan di Kota Cirebon,” tambahnya.
Tak hanya itu, Sat Pam Polpar juga mewujudkan Cirebon sebagai kota tujuan wisata yang aman dan nyaman bagi para wisatawan baik domestik maupun mancanegara. “Ini adalah misi Sat Pam Polpar ke depan,” tandas Elin. Sat Pam Polpar sendiri adalah unsur pelaksana utama Polresta Cirebon yang merupakan pemekaran dari Detasemen Pam Objek Vital. Berada di di bawah Kapolresta Cirebon, mereka memberikan pelayanan, perlindungan dan pengamanan di tempat-tempat objek vital/objek wisata seperti wisata alam, wisata bahari, wisata budaya, wisata modern dan lainnya.
Selain mengamankan objek wisata, sasaran pengamanan lainnya adalah pedagang asongan/kaki lima, art galeri, transportasi wisata, masyarakat praktisi wisata dan wisatawan. Saat ini personel satuan pengamanan pariwisata terdiri atas 11 personel, di antaranya 1 perwira, 4 bintara tinggi dan 6 anggota bintara. Dalam pelaksanaan tugas, Sat Pam Wisata bekerjasama dengan instansi terkait lain seperti Bakorwil, Pemkot Cirebon, pihak Disbudpar, Perhimpunan Hotel, Imigrasi, biro perjalanan, pihak keraton, taman hiburan, swalayan, restorasi, wisata kuliner, pelabuhan, stasiun DAOP III Cirebon, Bandara Cakra Buana, tempat hiburan dan masyarakat praktisi wisata.
“Kami juga pernah mendampingi anak-anak sekolah yang sedang melakukan study tour ke luar kota,” ungkap wanita yang sudah 24 tahun menjadi polisi ini. Tapi, tambah Elin, sejauh ini masih ada hambatan. Di antaranya SDM yang kurang memadai, Sarana dan prasarana belum lengkap karena belum ada anggaran dari pusat, dan masih kurangnya personil. “Harapan saya dengan bantuan sosialisasi dari teman-teman media, masyarakat bisa lebih familiar dengan polisi pariwisata,” pungkasnya. (*)

0 comments:

Post a Comment