by abu fahad abdullah
Kasus penggerebekan dan penembakan tim Densus 88 terhadap Khairul Ghazali di Tanjung Balai beberapa waktu lalu menyisakan kepedihan yang dalam bagi umat Islam karena korban ditembak pada saat korban menunaikan shalat. Hal ini mengingatkan kita beberapa tahun yang silam di mana pasukan Ariel Sharon membunuh umat islam yang sedang menunaikan shalat. Meskipun ada perbedaan tapi itu hanya ada perbedaan dalam jumlah korban, tetapi intinya sama…biadab dan keji….Ini menunjukan bahwa Densus tak lebih dari anggota preman dan geng.
Jika Densus 88 adalah kumpulan orang-orang pintar dan dibentuk oleh orang pintar, maka harusnya densus tahu apa yang harus dilakukan saat menangkap orang yang sedang shalat. Sekali lagi ini membuktikan densus dibentuk secara arogan dan menjadi perpanjangan tangan kaum orientalis yang ingin menghancurkan islam.
Isu terror yang sengaja dibentuk oleh barat hanyalah untuk menyudutkan dan membuat stigma negative terhadap islam. Mengapa semua pelaku bom di Indonesia ditembak mati? Umar farouk yang menurut AS adalah saksi kunci dalam kasus bom bali sampai kini tidak tahu keberadaannya padahal beberapa tahun lalu katanya Umar farouk sudah ditangkap. Ini menunjukan bahwa isu terror sengaja dibuat oleh barat untuk manghancurkan Islam.
Dari beberapa kasus penangkapan dan penembakan tersangka teroris terutama dalam kasus penembakan Khairul Ghazali di Tanjung Balai hendaklah menjadi perhatian pemimpin bangsa ini. Mereka harus mengevaluasi kembali keberadaan densus 88 dan harus mengusutnya mengapa orang yang sedang shalat ditembak.
Presiden RI yang mengaku sebagai muslim harusnya peka terhadap kasus tersebut. Karena sebagai pemimpin dan juga sebagai muslim harusnya memiliki ukhuwah. Hingga saat ini tak ada respon dari Presiden. Lain halnya waktu terjadi bentrokan terhadap HKBP di Ciketing Bekasi, presiden langsung bereaksi dan sekali lagi mendiskriditkan Islam.
Sebagai muslim kita sangat prihatin terhadap penembakan umat islam dan stigmatisasi negative terhadap muslim. Semoga Allah menyadarkan Densus dan pemimpin bangsa yang telah tertutup mata hatinya terhadap Islam. Wa allahu alam
Wednesday, 29 September 2010
DENSUS 88
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



0 comments:
Post a Comment