Oleh : Abu Fahad
Beberapa bulan yang lalu masyarakat Indonesia dihebohkan dengan beredarnya video asusila mirip artis (Ariel, Luna dan Cut Tari). Pemeriksaan dan penyidikan diarahkan kepada tiga tersangka yaitu Ariel, Luna dan Cut Tari. Dari hasil pemeriksaan hanya Ariel Peterpan yang sudah ditahan. Penahanan tersangka artis yang merusak moral bangsa pun menimbulkan pro dan kontra. Diantara yang pro ada yang menggelar aksi damai “Bebaskan Ariel” bukan hanya itu saja, bahkan salah seorang pentolan Dewa group juga menggelar konser “FREE FOR ARIEL”. Lalu apa komentar para politikus maupun orang yang disebut orang pintar atau pejabat? Tidak ada komentar apapun alias diam seribu kata.
Sekarang masyarakat Indonesia dihebohkan dengan ditangkapnya Ustadz Abu Bakar Ba’asyir yang dituduh sebagai teroris. Dengan ditangkapnya ABB, muncullah situs www.freeabb.com di dunia maya, dan polri pun langsung bereaksi dengan statement akan mengawasi situs freeabb. Bahkan ketika ada unjuk rasa mahasiswa di Makasar yang menentang penangkapan ABB dan menuntut ABB dibebaskan, ditanggapi secara reaktif oleh salah satu anggota DPR RI yang intinya mengecamkan unjuk rasa pembebasan ABB.
Dari kedua kasus tersebut sudah jelas adanya kesenjangan dan ketimpangan moral. Ariel Perterpan yang sudah jelas-jelas pelaku video asusila, masih didukung oleh segelintir orang dan aksi dukungan terhadap Aril pun tidak mendapat reaksi dari para pejabat. Padahal asusila berdampak sistemik terhadap masyarakat. Memang dampak asusila tidak langsung terlihat dalam beberapa hari maupun bulan, tetapi memakan waktu yang relative lama karena dampak asusila (pornographi) berkaitan dengan moral seseorang yang dapat merubah pola dan gaya hidup. Mari kita ambil contoh sederhana dan nyata. Dengan berkembangnya teknologi dan derasnya arus budaya barat yang disiarkan baik oleh media elektronik maupun internet, budaya bangsa Indonesia yang dulu menganggap malu dan tabu bila berpakaian mini kini menjadi hal yang biasa. Begitu juga dengan banyaknya kasus hamil di luar nikah atau pergaulan bebas adalah dampak dari tidak adanya filter pemerintah terhadap arus budaya barat yang dipaksakan masuk Indonesia. Masyarakat Indonesia dijejali dan dipaksa untuk menelan mentah-mentah budaya barat. Ketika ada sekelompok masyarakat yang mendemo pornografi dan pornoaksi, pemerintah diam bahkan pendemo disebut radikal atau preman.
Adalah hal yang wajar jika masyarakat Indonesia menentang pornografi karena mengancam dan merusak moral bangsa.
Abu Bakar Ba’asyir adalah seorang muslim yang selalu mengajarkan dan mengajak kaum muslim untuk selalu berpegang kepada al qur’an dan hadits. Karena menurut kaca mata ABB (begitu juga kaum muslim lainnya) bangsa Indonesia sedang berada di bawah tangan kekuasaan Amerika dan Yahudi. Meskipun pemimpin kita orang Indonesia, tetapi pemerintahan Indonesia di bawah bayang-bayang Amerika. Contoh nyata adalah kasus Ahmadiya dan keberadaan JIL (jaringan iblis laknatullah) pimpinan Ulil Abshar Cs.
Semoga kita selalu dalam lindungan Allah dan selalu dalam ampunan Allah
Saturday, 14 August 2010
ARIL PETERPAN VS ABU BAKAR BA’ASYIR
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



0 comments:
Post a Comment