SUMBER,(PRLM),- Sultan Sepuh XIII Keraton Kasepuhan Cirebon, Pangeran Raja Adipati (PRA) H. Maulan Pakuningrat, S.H., (72) yang wafat Jumat (30/4) dikebumikan di kompleks Keramat Astana Gunung Sembung, Desa Astana, Kec. Gunung Jati, Kab. Cirebon, Sabtu (1/5) siang sekitar pukul 13.00 WIB.
Hadir dalam acara penguburan tersebut putra mahkota Keraton Kasepuhan, PRA Arif Nata Diningrat, S.E., putra putri Sulan lainnya, kerabat keraton Kasepuhan, Kanoman dan Kacirebonan, Wagub Jabar, Dede Yusuf, Kepala Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan (BKPP) wilayah Cirebon, H. Ano Sutrisno, unsur Muspida Kota dan Kab. Cirebon, mantan Wakil Walikota Cirebon, Agus Alwafier, mantan Ketua DPRD Kab. Cirebon, H. Maskub Buntoro, pimpinan Pondok Pesantren Balerante, KH. Abah Anom Kusumajati, Pimpinan Pondok Pesantren Kebon Jambu Ciwaringin, KH. Hamami, para tokoh masyarakat dan tokoh ulama lainnya.
Jenazah diberangkatkan dari kompleks Keraton Kasepuhan tepat pukul 10.00 WIB dengan cara ditandu, sementara sebanyak tujuh orang kiai juga turut ditandu dengan kursi rotan yang diatas dan sampingnya ditutup kain putih. Sepanjang perjalanan menuju Astana Gunung Sembung yang jaraknya sekitar 7 kilo meter dengan jalan kaki, kiai tersebut. Membacakan surat Yaasin untuk Sultan. Ribuan masyarakat juga turut mengantar jenazah Sultan dengan jalan kaki. Ponggawa keraton lengkap dengan tombak yang di atasnya dikaitkan kain bewarna kuning mengawal iring-iringan tersebut.
Sampai di Astana Gunung Sembung (masyarakat sering salah kaprah menyebutnya Gunung Jati, yang sesungguhnya Gunung Jati ada di sebelah timur jalan raya Cirebon-Indramayu-red) tepat pukul 12.43 WIB. Jenazah langsung dibawa ke bangunan di Astana Gunung Sembung."Sultan Sepuh dikebumikan di Gedong Malang di samping Ibundanya yang memang sudah dipersiapkan untuk pekuburan keluarga Keraton Kasepuhan di Astana Gunung Sembung," kata Bekel Sepuh Astana Gunung Sembung, H. Hasan.
Penguburan Sultan Sepuh juga mendapat penjagaan dari jajaran Kepolisian Resor (Polres) Cirebon maupun personel dari Komando Daerah Militer (Kodim) O620 Sumber. "Karena banyak masyarakat yang mengiring maupun menyambutnya di Astana Gunung Sembung ini, ya kita antisipasi saja. Lagi pula, beliau kan seorang tokoh Cirebon yang harus kita hormati," kata Kapolres Cirebon, Ajun Komisaris Besar Sufyan Syarif, di sela-sela melakukan pengamanan.(A-146/kur).***
http://www.pikiran-rakyat.com
Saturday, 1 May 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)




0 comments:
Post a Comment