Friday, 8 January 2010

Awal Percintaan itu Bermula dari Minibus (1) Calon Istriku Lari dengan Laki-laki Lain

klik-galamedia.com, ROMANTIKA cinta tak selamanya manis, kadang terasa sangat pahit dan menyakitkan. Karena cinta, orang bisa mabuk kepayang, tapi karena cinta pula tidak sedikit yang menjadi frustrasi. Seperti apa yang dialami Omay (40), laki-laki lajang yang berdomisili di Bandung ini. Ia mengalami kisah pahit dalam perjalanan cintanya dengan seorang janda muda beranak satu. Omay dikhianati sang janda, dua hari menuju pelaminan. Berikut petikan kisah Omay yang diceritakan kepada Gana Hendrik.

BERMULA dari pertemuannya dalam sebuah minibus jurusan Bandung-Cililin, kisah cinta ini dimulai. Saat itu Omay duduk berdampingan dengan seorang wanita muda. Wajahnya cukup cantik, penampilannya sederhana tanpa polesan make-up. Beberapa kali Omay melirik ke arah perempuan tersebut, dalam hati mengagumi kecantikannya. "Sederhana, namun begitu cantik!" gumamnya.

Omay tidak berani menyapa, apalagi berkenalan. Ia takut dianggap laki-laki iseng. Namun Omay pun tak kuasa menyembunyikan perasaan kagumnya, tak terasa keringat dingin menetes di keningnya. Padahal saat itu udara cukup dingin, angin berembus menembus pintu minibus yang terbuka.

Perempuan tersebut menggendong abak kecil kira-kira usia dua tahun dan didekapnya anak itu dengan penuh kasih sayang. Omay kembali melirik ke arah perempuan di sampingnya itu. Secara kebetulan ia pun tengah melirik ke arahnya, sehingga keduanya pun beradu pandang. Spontan Omay melempar senyum. Ia pun membalas senyumnya dengan manis. Sebagai laki-laki, Omay merasakan getaran pada perempuan tersebut.

Menurut pengakuannya, saat itu, Omay betul-betul dibikin grogi. Entah apa yang harus diperbuat, Padahal kelihatannya perempuan tersebut telah memberi sinyal untuk berkenalan. Namun bibirnya kelu saat ingin menyapa. Tak terasa mobil yang ditumpanginya terus melaju, Omay tetap membisu. Perempuan di sampingnya, semakin erat memeluk gadis kecil di pangkuannya. Namun tiba-tiba gadis kecil tersebut muntah, mabuk perjalanan. Ia beberapa kali muntah sehingga mengotori celana jins Omay. "Maaf ya Mas!" ujarnya sambil membersihkan celana Omay dengan tisu. "Enggak apa-apa, kok!" ujarnya.

Singkat cerita, perkenalan pun terjadi, juga obrolan-obrolan kecil. Seterusnya mereka semakin akrab, bahkan perempuan tersebut memberikan nama dan alamat rumahnya di Cililin. "Mas panggil saja aku Lina," katanya memperkenalkan diri dengan ramah. Gayung bersambut, Omay tampak bersemangat, wajahnya berseri. "Inilah kesempatanku untuk mengenalnya," gumamnya dalam hati. Bagi Omay perjalanannya ke Cililin untuk menemui calon penyanyi orbitannya saat itu begitu menyenangkan. Karena ia pun berhasil berkenalan dengan Lina, perempuan cantik dalam minibus. (bersambung)**

0 comments:

Post a Comment