Jakarta - Carut marutnya kebijakan otomotif di Indonesia, belum lagi dengan ketidakpastian dan inkonsistensinya, membuat beberapa pihak menganggap Indonesia butuh 'Super Menteri' agar industri otomotif tanah air maju.
Terlebih untuk pelaku-pelaku industri yang juga tetap memiliki keluhan, bahwa disatu sisi mereka diminta untuk mengembangkan industri otomotif nasional, namun tanpa diberikan fasilitas yang memadai.
"Terus terang kami bingung, segala sesuatunya tidak sinkron," ujar Direktur Marketing PT Suzuki Indomobil Motor, Endro Nugroho, di Jakarta, akhir pekan lalu.
Endro menggambarkan, ketika industri otomotif harus menggunakan lokal komponen, namun bahan bakunya banyak yang dibuang ke luar negeri. "Bagaimana kita mau pakai?" cetusnya.
Selain itu, sering berubah-rubahnya peraturan ataupun kebijakan mengenai otomotif nasional, dianggap sebagai biang keladi yang membuat para pelaku industri merasa bingung harus bagaimana.
"Sehingga, sepertinya kita butuh super menteri yang mampu mengkordinasikan lembaga-lembaga yang berkaitan dengan industri otomotif, jangan jalan sendiri-sendiri," pungkas Endro. detikOto
Monday, 7 December 2009
Butuh 'Super Menteri' Untuk Bangun Otomotif RI
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



0 comments:
Post a Comment