MAKKAH — Mulai tadi malam pukul 21.00 waktu Arab Saudi (Ahad dini hari waktu Indonesia bagian barat) jamaah calon haji Indonesia mulai bergerak dari Madinah menuju Makkah. Jamaah yang diberangkatkan adalah jamaah kloter yang sudah menyelesaikan shalat arbain di Masjid Nabawi, Madinah.
Menurut Kepala Panitia Haji Daerah Kerja Madinah, Cepi Supriatna, Pemerintah Arab Saudi menetapkan aturan perjalanan ke Makkah tidak boleh lebih dari pukul 21.00 dari pemondokan. “Lewat batasan tersebut, kendaraan akan diberhentikan di jalan,” jelas Cepi, Sabtu (31/10)
Alasannya adalah keselamatan. Di tahun-tahun sebelumnya, pengemudi yang berangkat di atas jam itu sudah kelelahan dan memunculkan risiko kecelakaan.
Kloter-kloter yang diberangkatkan pada hari pertama kedatangan jamaah di Madinah adalah kloter 1 DKI, kloter 2 Jambi, kloter 1 Jateng, kloter 1 Jabar, kloter 2 Jatim, kloter 1 Kaltim, kloter 1 Sulsel, kloter 2 Jabar, kloter 23 Jatim, kloter 1 Jatim, kloter 2 Jateng, kloter 1 Aceh dan kloter 1 Sumut.
Transportasi
Transportasi jamaah calon haji Indonesia mengadopsi sistem shutlle. Sistem ini diberlakukan untuk transportasi jamaah calon haji di Ring II yang berjarak 2,1 km - 7 km dari Masjidil Haram.
Dengan sistem ini, jumlah armada yang disewa tidak akan dibagi per sektor pemondokan seperti tahun-tahun sebelumnya. “Jadi, bus-bus itu nantinya akan muter terus di jalur-jalur yang sudah ditentukan pihak muasassah untuk memudahkan jamaah kita menjangkau Masjidil Haram,” ujar Konsul Jenderal RI Jeddah yang juga Koordinator Pelaksana Harian Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, H Gatot Abdullah Mansyur.
Bus yang dioperasikan sebanyak 315 unit. Di masing-masing sektor, ada satu titik pemberhentian dan pemberangkatan yang diawasi petugas gabungan dari muasassah (pengelola haji di Arab) dan PPIH. “Semoga dengan cara ini akan menjadi lebih baik,” jelas Gatot.
Pemondokan
Soal pemondokan, Gatot mengakui masih menunggu renovasi 41 rumah pemondokan untuk menampung 6.000 jamaah. Pengelola rumah pemondokan itu perlu membuatkan tangga darurat seperti yang diperintahkan oleh Pemerintah Arab Saudi. Pemerintah menetapkan rumah berkapasitas huni di atas 250 orang atau biasanya yang berlantai tiga ke atas harus memiliki tangga darurat.
PPIH telah menyiapkan rumah cadangan yang bisa menampung 1.900 orang. Gatot menyatakan PPIH belum merasa perlu menyewa rumah baru. PPIH menunggu hingga tenggat waktu bagi pemilik pemondokan membuat tangga darurat. Kalaupun harus mencari rumah baru, kata Gatot, “Dengan banyaknya negara yang mengurangi jumlah jamaahnya, pondokan relatif gampang dicari sekarang.”
Kepala Sektor XI, Yudi Wahyudi, berharap agar para jamaah menjaga kebersihan pemondokan dan berhemat dengan air. “Air di sini mahal, harus beli. Kalau suplai terhambat karena jalanan yang macet, maka kemungkinan air mati akan terjadi,” ujar Yudi. tri/yto
Monday, 2 November 2009
INFO HAJI 2009 - Jamaah Mulai ke Makkah
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



0 comments:
Post a Comment