Penulis :
H. Sujana Yahya
Staf Perawat Physical Medicine & Rehabilitation Hospital Kuwait
Saya terkejut dan tak habis pikir dengan adanya kasus yang menimpa saudara Basar dan Kholil. Hanya karena mencuri 1 buah semangka, mereka harus menghadapi ancaman 5 tahun penjara. Bayangkan 1 buah semangka harus ditebus dengan 5 tahun penjara. Aneh memang…..tapi itulah kenyataan yang menimpa Basar dan Kholil. Sebagai rakyat kecil yang tak tahu hukum mereka mau engga mau harus menanggung 5 tahun penjara untuk membayar 1 buah semangka.
Rasanya kita semua (orang kecil) akan mengatakan TIDAK ADIL, masa gara-gara sebuah semangka dipenjara 5 tahun, bagaimana dengan yang mencuri uang rakyat milyaran rupiah..? Hukum dan dan keadilan di Indonesia sampai saat ini masih bersifat seperti pisau, tajam di bawah dan tumpul di atas.
Kalau saya baca dan simak kasus Basar dan Kholil, di sana terdapat arogansi pemilik semangka dan keluarganya, apalagi adik dari pemilik semangka itu seorang polisi. Jadi jelas sekali adanya arogansi dan keangkuhan. Mereka merasa bahwa mereka bisa melakukan apa saja. Saya tidak percaya dengan pengakuan Darwati (pemilik semangka) bahwa kasus itu untuk membuat efek jera, saya yakin Darwati ingin menunjukan arogansinya.
Hukum kita memang tidak adil atau tepatnya TIDAK MAU ADIL. Kasus bank century yang jelas-jelas merampok uang nasabah, hingga saat ini hukum belum bisa menyentuh. Kita maklum kasus bank century tentu berbeda dengan kasus 1 buah semangka. Tapi prosesnya sama, ada pelapor. Tapi kenapa kasus bank century masih undercover sedangkan kasus 1 buah semangka langsung ditangani. Saya tahu kasus bank century berskala national sedangkan kasus semangka berskala RT atau RW, tapi paling tidak usaha ke arah pemeriksaan oknum-oknum pejabat yang terlibat harus segera dilakukan.
Saya berharap kita bisa bercermin dengan semangka, bahwa hukum kita masih seperti yang dulu, tajam bila berhadapan dengan orang kecil, tumpul bila berhadapan dengan orang berduit atau pejabat. Kepada saudara Basar dan Kholil semoga bisa bersabar dan tawakal, dan ingat bahwa keadilan yang hakiki adalah keadilan Allah SWT. Untuk saudari Darwati dan keluarganya saya berharap bisa sadar bahwa harta dan jabatan itu hanyalah milik Allah. Allah memberi harta dan jabatan itu sebagai ujian dan amanah, bukan untuk menyombongkan diri sehingga bertindak sewenang-wenang.
Sunday, 29 November 2009
BUAH SEMANGKA DAN KEADILAN
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



0 comments:
Post a Comment