Saturday, 24 October 2009

INFO HAJI 2009

Kloter Pertama Jemaah Haji Tiba di Arab Saudi



Madinah,23/10(MCH) -- Jemaah haji Indonesia mulai tiba di Arab Saudi, Jumat (23/10). Sebagian mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz (AMA) Madinah, sebagian lainnya turun di Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Baik jemaah yang mendarat di Madinah maupun Jeddah kemudian memasuki Kota Suci Madinah Al-Munawarah untuk melaksanakan ziarah ke makam Rasulullah serta para sahabat Nabi dan melaksanakan shalat arbaâin.

Jemaah haji kloter pertama DKI Jakarta yang tiba di Madinah pukul 13.04 kemudian disambut Kuasa Usaha Ad Interim Duta Besar Arab Saudi Riyadh Sukanto, Kepala Daerah Kerja Madinah H. Cepi Supriatna, para pimpinan Muassasah Adilla atau para penguruh jemaah haji di Madinah, dan para panitia penyelenggara haji Daerah Kerja Madinah.

Berbeda dari sebelumnya, tahun ini seluruh jemaah haji harus menggunakan paspor hijau. Mereka selain menjalani pemeriksaan dokumen haji (Jawazat), jemaah laki-laki harus menjalani pemeriksaan khusus dengan diambil sidik jari dan pemotretan. Sedangkan jemaah perempuan hanya menjalani pemeriksaan dokumen.

Tidak ada penjelasan tentang perubahan pelaksanaan pemeriksaan bagi jemaah haji tahun ini, meskipun pantia haji sempat menanyakannya. Yang jelas, aturan tersebut telah tertulis dalam Taâlimatul Haj (semacam Undang-undang Haji) Arab Saudi tentang penggunaan paspor internasional dalam pelaksanaan haji.

Namun sebuah sumber menyebutkan, penggunaan paspor hijau, pemeriksaan sidik jari, dan pemotretan bagi jemaah laki-laki merupakan bagian dari prosedur keamanan. Sebab, hanya orang yang menggunakan paspor internasional yang dapat dipantau mobilitasnya secara internasional, khususnya berkaitan dengan perang melawan terorisme yang dicanangkan Amerika Serikat. Sedangkan penggunaan paspor khusus haji berwarna coklat tidak terpantau secara internasional.

Akibat dari pemeriksaan yang semakin ketat, jemaah haji tidak bisa dengan segera keluar dari bandara, karena pemeriksaan yang lebih detail ini memakan waktu lebih lama, antara lima hingga tujuh jam. Padahal sebelumnya, pemeriksaan Jawazat paling lama memakan waktu tiga jam. Untuk mengurangi lamanya pemeriksaan, petugas Arab Saudi memperlonggar pemeriksaan barang, tidak secara manual, tapi cukup menggunakan pemeriksaan X-Ray.

Mengantisipasi kemungkinan terjadinya crowded akibat pemeriksaan kloter yang satu belum selesai disusul kloter berikutnya, Pejabat Sementara Dubes RI untuk Arab Saudi Sukanto mengatakan, Pemeriksaan dokumen haji sepenuhnya merupakan kewenangan pemerintah Arab Saudi. Meski demikian, jika terjadi kemacetan, kita akan mengusulkan kepada Pemerintah Arab Saudi untuk melakukan langkah yang efektif.

Dikatakan, yang dilakukan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIHI) hanya melakukan langkah antisipasi, seperti memberikan bekal makanan bagi jemaah yang turun dari pesawat. Karena menunggu waktu yang lama, jemaah dibekali makanan yang cukup agar tidak kelaparan. Di samping itu, setibanya di pemondokan, jemaah langsung mendapatkan konsumsi.

0 comments:

Post a Comment