Wednesday, 28 October 2009

INFO HAJI 2009 - Dua Jamaah Jadi Korban Kriminal di Nabawi

MADINAH--Dua orang Jemaah Indonesia asal Embarkasi Solo Jateng menjadi korban tindak kriminal di Masjid Nabawi Madinah. Kedua korban mengalami tindak kriminal dengan cara dipaksa memberikan barangnya di toilet/tempat wudhu pria di Masjid Nabawi.

Menurut Ketua Rombongan kloter 9 SOC Solo Zaenurrafi, anggota rombongannya bernama Turgiyanto Maskur Bin Kasiban didekati oleh seseorang yang memaksa membawakan barang-barang korban dengan alasan di toilet/tempat wudhu tidak diperbolehkan membawa barang-barang. Karenanya, harus dititipkan kepada pelaku.

etelah barang berpindah tangan pelaku langsung melarikan diri. “Pak Turgiyanto akan mengambil wudhu di tempat wudhu, pelaku dengan bahasa Jawa mendekati korban yang akan membawakan tasnya,” terang Zaenurrafi. Akibat tindak kriminal tersebut, uang living cost yang dibawa korban sebanyak 1.500 riyal dan dokumen-dokumen lainnya dibawa pelaku dan belum ditemukan.

Informasi terakhir yang diterima Media Center Haji, pelaku sudah tertangkap dan diproses di kantor kepolisian setempat atau di Markasz Surthoh. Sedangkan korban juga diminta untuk mengidentifikasi apakah orang yang tertangkap adalah pelakunya atau bukan.

Korban tindak kriminal lainnya adalah Rasjan. Korban asal kloter 9 SOC Jateng ini juga mengalami tindak kriminal di tempat yang sama. “Namun Pak Sarjan tidak mau memberikan tasnya, karena jemaah sudah kami ingatkan tasnya adalah nyawanya. Jangan sampai pindah tangan. Sehingga korban dibawa pelaku ke tempat perkampungan dengan jalan yang sempit, kemudian ditinggalkan begitu saja,” papar Zaenurrafi. Korban sendiri akhirnya menjadi jemaah sesat dan ditemukan petugas. Setelah didata ia kemudian diantar ke pemondokannya.

Tindak kriminal di tempat wudhu atau toilet kerap terjadi di Tanah Suci. Modusnya, korban didekati oleh pelaku dengan berbagai cara dan memaksa meminta korban menyerahkan tas yang dibawanya. Setelah tas berpindah tangan pelaku kemudian melarikan diri. “Bahkan di tempat tersebut kami juga mendengar sudah ada jemaah lain yang mengalami hal yang sama yaitu dari Jakarta, Jawa Timur, dan Brebes,” tambah Zaenuurafi.

Sementara itu pelaku diidentifikasi bisa berbahasa asal korban yaitu Jawa. Korban yang sering menjadi sasaran adalah jemaah pria yang sudah berusia lanjut. tri/mch/pur

0 comments:

Post a Comment