Oleh: K.H. DJADJA ZAINAL ARIFIN
BANYAK bencana yang terjadi akhir-akhir ini di wilayah Indonesia. Belum lepas dari ingatan kejadian gempa bumi di wilayah Jawa Barat bagian selatan yang menimbulkan korban jiwa dan kerugian materi yang tidak sedikit. Kini kejadian serupa terjadi di wilayah Sumatra Barat.
Terkait hal itu, setiap umat muslim hendaknya merenungkan sejenak Surat Ar-Ruum ayat 41, "Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)".
Kemudian Surat An-Nahl ayat 112, "Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduknya) mengingkari nikmat-nikmat Allah, karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat".
Syekh Muhammad bin Jamil Zainu, seorang ulama memberi ulasan terhadap kedua ayat ini dengan mengatakan, "Ayat-ayat yang mulia ini memberi pengertian bahwa Allah Maha Adil dan Maha Bijaksana, Ia tidak akan menurunkan bala dan bencana atas suatu kaum kecuali karena perbuatan maksiat, dan pelanggaran mereka terhadap perintah-perintah Allah".
Banyak orang memandang berbagai macam musibah yang menimpa manusia secara rasional dan terlepas dari tuntutan wahyu Ilahi. Becana alam seperti banjir, gempa bumi, kekeringan, kelaparan, dan lain-lain, dianggap sebagai fenomena alam.
Begitu juga krisis berkepanjangan, yang menimbulkan berbagai dampak negatif dalam kehidupan sehingga masyarakat tidak merasakan hidup yang aman, tenteram, dan sejahtera.
Namun bila umat manusia masih terus menentang perintah-perintah Allah, melanggar larangan-larangan-Nya, maka bencana demi bencana, akan datang silih berganti hingga mereka betul-betul bertobat kepada Allah.
Ada baiknya kita melihat keadaan di sekitar. Berbagai kemaksiatan terjadi secara terbuka di tengah-tengah masyarakat. Perjudian, prostitusi, demikian juga narkoba merajalela, pergaulan bebas semakin menjadi-jadi, minuman keras menjadi pemandangan sehari-hari, korupsi dan manipulasi menjadi tradisi serta pembunuhan tanpa alasan yang benar, menjadi santapan berita setiap hari. (Penulis, anggota Komisi Dakwah MUI Jawa Barat)**
Saturday, 3 October 2009
Antara Bencana dan Dosa
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



0 comments:
Post a Comment