Thursday, 6 August 2009

Menyingkap Rahasia Penyembuhan Madu


Penelitian menunjukkan, madu terbukti dapat menyembuhkan infeksi kulit. Al-Quran menjadikannya sebagai nama salah satu Surat

Hidayatullah.com--Penelitian dari Unit Penelitian Madu Waikato, di Universitas Waikato, Selandia Baru, belum lama ini menunjukkan sekelumit rahasia keajaiban madu pada luka. Hasil penelitian mengkonfirmasikan bahwa madu telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional. Lebih manjur dibandingkan dengan antibiotik dan bebas dari efek samping.

Petrus Molan, Ph.D., profesor biokimia, Ketua Unit Penelitian Madu Waikato, menceritakan tentang seorang pasien dengan luka yang telah dideritanya selama 20 tahun. Ia terkena infeksi semacam bakteri yang kebal terhadap antibiotik.

Pasien perempuan berkewarganegaraan Inggris itu pada bagian ketiaknya secara terus-menerus mengeluarkan nanah dalam jangka waktu lama. Seakan-akan penyakitnya sulit untuk sembuh.

Di bulan Agustus 1999, dia membaca artikel tentang penyembuhan luka dengan madu. Dia mendesak dokternya mempergunakan madu sebagai obat untuk lukanya, dan sebulan kemudian lukanya telah sembuh total. Dia telah dapat bekerja lagi sejak saat itu.

Dalam tes lain, ilmuwan menggunakan berbagai variasi madu terkenal, seperti misalnya madu manuka dari Selandia Baru dan madu jelly bush dari Australia. Keduanya tersedia untuk tujuan pengobatan; sayangnya rumah sakit jarang menggunakannya.

Penelitian Sydney mengkonfirmasikan bahwa madu dapat secara efektif menggantikan antibiotik pada luka. Seperti kata seorang dokter, "Madu dapat dipertimbangkan sebagai obat alternatif."

Beberapa studi medis, termasuk satu dari para peneliti di Universitas Sydney, madu sudah terbukti kemanjurannya dalam menyembuhkan luka dan mengobati infeksi jika digunakan secara benar.

Para ilmuwan Sydney mengkonfirmasikan sesuatu yang telah dikenal selama ribuan tahun: madu mempunyai berbagai macam khasiat dalam penyembuhan. Beberapa botol "cairan-keemasan" obat mujarab untuk berbagai macam penyakit, telah ditemukan di sebuah makam Pharaoh. (sebuah harta karun ribuan tahun yang lalu, telah ditemukan dalam keadaan masih sangat segar)

Orang-orang Yunani Kuno sepanjang zaman telah menggunakan madu. Sampai Perang Dunia II, madu sebagai penangkal berbagai macam bakteri, telah digunakan dalam perawatan luka. Dengan kedatangan penisilin dan antibiotik lainnya di abad 20, berbagai macam manfaat pengobatan madu mengalami kemunduran. Tetapi itu mungkin akan segera berubah.

Para peneliti Australia telah berhasil menyingkap kemanjuran antimikrobial dari madu. Dr. Shona Blair dari Universitas Pengobatan Sydney telah menemukan bahwa penggunaan madu cair pada sebuah luka berair memproduksi peroksida hidrogen, suatu anti-bakteri yang terkenal.

Kelompok peneliti lebih lanjut telah mendemonstrasikan bahwa madu sangat kuat ketika berhadapan dengan methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA).

Para ilmuwan masih mencoba untuk mendapatkan sumber dari madu pembunuh kuman dan berspekulasi bahwa salah satu dari komponen madu, methylglyoxal, mengubah komponen lain di dalam madu. Dengan demikian dapat mencegah bakteri dari pemicu perkembangan baru, dan madu bersifat daya tahan.

Sejauh ini, riset spesifik mereka telah menggunakan madu lebah yang sering berada di semak pohon teh dan pohon semak belukar dan pohon jenis Leptospermum, yang tumbuh di Australia dan daerah perbatasan.

Madu juga dikenal untuk mengurangi edema. Edema dapat meningkatkan pembusukan luka kulit purpuric, yang mungkin sampai ke kulit necrosis. Madu yang digunakan pada luka kulit meningococcal akan sangat membantu. Laporan tentang efektivitas madu dalam perawatan ganggren (sejenis penyakit luka membusuk), bisa mendapatkan manfaat dalam mengurangi jumlah amputasi dari keracunan darah pada kulit meningococcal.

Ketika digunakan pada luka bakar, madu dapat mengurangi bekas luka. “Saya dapat membuktikan dari pengalaman saya sendiri. Selama tugas saya sebagai tukang, kecerobohan saya kadang muncul mengakibatkan jari tangan saya melepuh berair. Walaupun saya tidak mempunyai madu lebah produk dari semak belukar pohon teh, saya mengoleskan madu fireweed pada bagian yang melepuh. Luka bakar reda dalam beberapa menit, dan pagi berikutnya bagian yang melepuh telah hilang tanpa bekas.

Jangan pernah meremehkan kekuatan penyembuhan yang diperoleh dari alam, seperti cara pengobatan tradisional yang telah teruji oleh waktu --dalam hal penggunaan madu misalnya, yang telah digunakan ribuan tahun. [epoch/ngr/www.hidayatullah.com]

0 comments:

Post a Comment