Saturday, 6 June 2009

FENOMENA DAYAK LOSARANG

Daylos (dayak Losarang) menjadi perhatian dan punya daya tarik sendiri baik yang pro Daylos maupun yang kontra daylos. Baik yang kontra maupun yang pro punya dalil atau alasan masing-masing terhadap keberadaan suku Daylos tersebut. Bagi yang pro Daylos, mereka beralasan bahwa Daylos adalah salah satu adat budaya yang harus dipertahankan dan dilestarikan. Sementara bagi yang kontra Daylos beralasan bahwa Daylos merupakan ajaran sesat. Betulkah Daylos merupakan adat budaya ? Benarkah Daylos merupakan ajaran sesat ?


Kalau kita teliti yang namanya suku dayak di Indonesia mungkin hanya terdapat di Kalimantan (kalimantan barat, kalimantan tengah, kalimantan timur) . Mereka dari nenek moyangnya bersuku dayak dan mempunyai adat kebudayaan tersendiri yang diturunkan oleh nenek moyang mereka. Masyarakat Kalimantan (kecuali Kalimantan Selatan) mereka bersuku dayak yang dilegitimasi dengan melalui Kartu Tanda Penduduk dan Akte Kelahiran. Yang jadi pertanyaan, benarkah anggota Daylos itu bersuku dayak ? Sejak kapan Indramayu mempunyai suku dayak ? Kita semua tahu bahwa masyarakat Indramayu bersuku Jawa. Coba kita lihat di KTP. Apakah KTP mereka tertulis suku dayak ? Lalu mengapa sekarang muncul suku dayak losarang.

Menurut cerita dan sepengetahuan saya, Mr. Takmad (saya tidak mencantumkan Diningrat karena bukan nama dia), dulunya dia seorang dukun dan guru pencak silat. Dia punya sejenis padepokan perguruan silat (saya lupa namanya). Dia terkenal karena kemampuan dia sebagai seorang dukun di desa Krimun. Saya masih ingat waktu itu di desa saya (Losarang) ada 2 dukun yang terkenal Mr. Takmad dan MR. Karma (Karma setan). Mereka ini ditakuti masyakarat Losarang dan sekitarnya.

Seiring dengan perputaran zaman nama Takmad mulai pudar, begitu juga dengan Karma (almarhum). Setelah lama tidak terdengar nama Takmad, tiba-tiba muncul isu yang mencengangkan, yaitu munculnya Suku Dayak Losarang. Dia merekrut orang-orang untuk menjadi anggota suku dayak losarang, dan nama dia juga ikut berubah menjadi Takmad Diningrat. Rutinitas anggota Takmad bila malam mereka berendam di sungai dan kalau siang hari mereka berkeliaran tanpa menggunakan baju. Menurut mereka apa yang mereka lakukan adalah mengamalkan ilmu manunggaling alam (menyatu dengan alam) supaya mereka bisa hidup sederhana apa adanya tanpa mengganggu orang lain. Tapi kenyataannya mereka sering berbuat ulah yang destruktif dan provokatif. Misalnya jika mereka ke sawah, kadang2 mereka mengambil tanaman (timun dll) milik orang lain, jika ada orang hajatan sunatan (arak-arakan singa depok) mereka joget dan minum-minum. Mana yang disebut manunggaling alam.
Di dalam menjalankan ritual, mereka juga mencampur adukan bahasa dan do'a. Misalnya, bismillahirahmanirohim...........hong dewa........... dan sebagainya. Mereka juga masih memiliki identeitas Islam di KTP tapi mereka tidak mau merubahnya. Dan yang lebih parah, sekarang Daylos menjadi bahan politik, bahkan orang sekaliber Gusdur, pernah bilang untuk melestarikan suku budaya daylos. Juga saya pernah melihat tayangan di TPI tentang Daylos tapi tidak proposional. Sekarang yang menjadi pertanyaan, dimana letak histori kebudayaan suku dayak Losarang......? Apa yang harus dilestarikan.....?

Sebagai masyarakat Indramayu yang beragama dan berbudaya, seharusnya kita malu, mengapa kita membiarkan saudara-saudara kita tersesat, melangkah tanpa arah tujuan. Dan yang sangat disesali, mengapa pemda Indramayu tidak berani berbuat apa-apa terhadap suku dayak losarang. Kita sebagai orang yang awam berpolitik, tentu punya pikiran negatif (negative thinking) terhadap pemda Indramayu. Jangan-jangan suku dayak losarang ini diback up orang penting yang punya kepentingan politik. Wa allahu alam bisabab, hanya Allah yang Maha Mengetahui.


Penulis
Sujana Yahya
Putra Daerah Losarang - Indramayu

0 comments:

Post a Comment